SPD Speedometer adalah perusahaan otomotif yang tergabung dalam PT. Radiator Springs Indonesia. SPD Speedometer adalah bengkel speedometer pertama dan satu-sat... Selengkapnya...
Mahasiswa aktif minimal semester 7 dari prodi SIJA (Sistem Informatika, Jaringan, dan Aplikasi), Teknik Informatika, atau rumpun ilmu komputer terkait.
Memiliki pengetahuan dasar bahasa pemrograman PHP (Laravel), Go (Golang), atau JavaScript (ES6+).
Memahami dasar pengujian perangkat lunak, termasuk pembuatan test case dan dokumentasi bug.
Menguasai HTML, CSS, dan JavaScript serta mampu mengubah desain Figma/Canva menjadi kode responsif.
Familiar dengan lingkungan Linux (administrasi dasar) dan penggunaan Git.
Memahami dasar validasi data API serta protokol HTTP.
Memahami konsep dasar jaringan komputer dan sinkronisasi data antara server dan user interface.
Memiliki laptop pribadi yang mendukung kebutuhan pengembangan dan pengujian aplikasi.
Memiliki ketelitian tinggi, semangat belajar yang kuat, serta kemampuan kolaborasi tim yang baik.
Melakukan Pengujian Fitur: Menjalankan uji coba pada fitur-fitur baru di aplikasi (Web/Mobile) untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Identifikasi & Dokumentasi Bug: Menemukan kesalahan teknis (bug) atau tampilan yang berantakan, lalu mencatatnya secara rapi untuk diperbaiki tim developer.
Membuat Skenario Pengujian: Menyusun daftar langkah-langkah pengetesan (test case) sederhana untuk memastikan tidak ada fungsi yang terlewat saat diperiksa.
Uji Coba Antar Perangkat: Memastikan tampilan aplikasi tetap rapi dan berfungsi baik saat dibuka di berbagai perangkat (HP Android/iPhone) maupun berbagai browser.
Pengembangan Landing Page: Membangun dan mengelola halaman web sederhana (landing page) untuk keperluan promosi atau informasi produk perusahaan.
Slicing Desain ke Kode: Mengonversi desain visual (seperti dari Figma/Canva) menjadi kode HTML, CSS, dan JavaScript yang responsif dan ringan.
Validasi Data API: Membantu memeriksa apakah data yang dikirim dari server sudah sesuai dengan yang ditampilkan pada layar pengguna (pengujian API sederhana).
Verifikasi Perbaikan: Melakukan pengecekan ulang (re-testing) pada bug yang sebelumnya ditemukan untuk memastikan masalah tersebut benar-benar sudah tuntas.
Update Konten Web: Melakukan pembaruan teks, gambar, atau elemen visual lainnya pada halaman website yang sudah ada secara berkala.
Laporan Progress Mingguan: Berdiskusi dan melaporkan hasil pengujian serta perkembangan pembuatan web kepada mentor atau senior developer.
Technical Skills:
Fundamental Web Development: Memperdalam pemahaman dalam membangun struktur dan antarmuka website menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.
Implementasi Design-to-Code: Meningkatkan kemampuan slicing desain dari Figma atau Canva menjadi kode website yang presisi dan responsif.
Software Quality Assurance: Melatih ketajaman dalam melakukan pengujian fitur (testing) untuk menemukan fungsionalitas yang tidak sesuai (bug).
Manajemen Dokumentasi Teknis: Mengembangkan standar pelaporan kesalahan sistem secara sistematis agar mudah dipahami oleh tim pengembang.
Optimasi Tools Pengembang: Memperluas penggunaan alat bantu teknis seperti Inspect Element dan Postman untuk kebutuhan validasi data.
Adaptasi Lingkungan Kerja: Membiasakan operasional teknis secara fleksibel di ekosistem Windows maupun Linux.
Soft Skills:
Ketelitian dan Akurasi (Detail Oriented): Mengasah kejelian dalam memeriksa setiap detail tampilan dan logika alur aplikasi.
Kolaborasi Tim Proyek: Melatih kemampuan koordinasi dan distribusi tugas di dalam lingkungan kerja profesional.
Adaptabilitas Teknologi: Memacu kecepatan dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknologi atau perangkat lunak baru yang digunakan di tempat magang.
Komunikasi Teknis yang Efektif: Belajar menyampaikan temuan masalah atau ide teknis dengan bahasa yang sederhana dan solutif kepada rekan kerja.
Manajemen Tugas dan Skala Prioritas: Berlatih mengelola alokasi waktu antara pengerjaan pengembangan web dan proses pengujian fitur secara seimbang.